Senin, 21 Mei 2012

Walikota Makassar 2013-2018 Perempuan Bisaka itu terwujud

Walikota Makassar 2013-2018 Perempuan Bisaka itu terwujud
Menurut, Direktur Survey & Real Quick Count (IPI) Indeks Politica Indonesia dan Latin Institute (LI) A. Sri Wulandani S.Ip. kehadiran perempuan di PEMILUKADA Makassar akan membuat ruang kaum perempuan untuk memberikan sumbangsi kepada daerahnya, karena di era demokrasi yang Bangsa anut sekarang ini, telah melahirkan pemimpin perempuan di beberapa daerah di Indonesia, sebut saja Gubernur banten, Ratu Atut, Walikota Surabaya,Ir Tri Rismahariani, MT. Bupati Kendel, Dr hj. Widya Kandi Susanti, MM, CD , Wakil Bupati Lutra, Indah Putri Inriani, Wakil Bupati Toraja, Adhelia Sosang, Wakil Bupati Bombana, Ir Hj. Masyurah Ilah Ladamay,  Bupati Tuban, Dra, Haeni Relawati Rini Widyastuti, M.Si.  Bupati Sambas, Juliarti Djuardi Alwi,   Wakil bupati Karawan, Cellica Nurradiana. 

Saya pikir saatnya Makassar diberikan ruang untuk kaum perempuan unjuk kebolehan. selama ini Makassar dikenal masyarakatnya sangat sulit memberikan peluang kaum perempuan untuk mengepresikan dirinya di kanca Politik. tapi
sebuah gambaran yang cukup menggembirakan. 2ua kokoh perempuan disebut serius bertarung di PEMILUKADA kota Makassar. Ibu APIATI AMIN SYAM dan DEWI YASIN LIMPO kehadirannya cukup mendapat respon dari masyarakat Makassar, khususnya kaum perempuan, karena gambaran dari hasil survey Latin Institute (LI) ibu APIATI AMIN SYAM dan DEWI LASIN LIMPO masuk 7 besar dari 20 nama BALON (Bakal Calon) WALIKOTA Makassar yang dijaring melalui Survey, Latin Institute di Makassar baru-baru ini. APIATI AMIN SYAM berada di urutan ke empat, dan DEWI YASIN LIMPO di urutan ke enam, keduanya masih sangat berpeluang meningkatkan Popularitas dan Elektabilitasnya. menurut Sri Wulandani, asalkan ibu APIATI AMIN SYAM dan DEWI YASIN LIMPO Memeneks gerakannya secara sistematis dan menggandeng lembaga survey dan konsultan politik yang berpengalaman memenangkan pilwalkot, maka bukan tidak mungkin Makassar akan dipimpin WALIKOTA Perempuan. seperti di kota surabaya. demikian papar mantang ketua KHOHATI makassar timur' Sri Wulandani.

0 komentar:

Poskan Komentar